KEUTAMAAN-KEUTAMAAN PUASA DAN RAHASIA-RAHASIANYA
Oleh
Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thayyar
PENDAHULUAN
Puasa merupakan tempat pembinaan bagi setiap muslim untuk membina
dirinya, di mana masing-masing mengerjakan amalan yang dapat memperbaiki
jiwa, meninggikan derajat, memotivasi untuk mendapatkan hal-hal yang
terpuji dan menjauhkan diri dari hal-hal yang merusak. Juga memperkuat
kemauan, meluruskan kehendak, memperbaiki fisik, menyembuhkan penyakit,
serta mendekatkan seorang hamba kepada Rabb-nya. Dengannya pula berbagai
macam dosa dan kesalahan akan diampuni, berbagai kebaikan akan semakin
bertambah, dan kedudukan pun akan semakin tinggi.
Allah Ta’ala telah mewajibkan bagi kaum muslimin untuk menjalankan
puasa sepanjang bulan Ramadhan, bulan tersebut merupakan sayyidusy
syuhuur (penghulu bulan-bulan lainnya), padanya dimulai penurunan
al-Qur-an. Bulan Ramadhan adalah bulan ketaatan, pendekatan diri,
kebajikan, kebaikan, sekaligus sebagai bulan pengampunan, rahmat dan
keridhaan. Padanya pula tedapat Lailatul Qadar yaitu malam yang lebih
baik dari seribu bulan. Mengenai keutamaan bulan ini dan puasa pada
bulan ini telah disebutkan dalam banyak hadits, dan yang dapat kami
sebutkan di antaranya:
1. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“اَلصِّيَامُ جُنَّةٌ فَإِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ صَائِمًا فَلاَ يَرْفُثْ
وَلاَ يَجْهَلْ وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ، فَلْيَقُلْ:
إِنِّي صَائِمٌ (مَرَّتَيْنِ)، وَالَّذِيْ نَفْسِي بِيَدِهِ، لَخُلُوْفُ
فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ،
يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي، اَلصِّيَامُ
لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا.”
“Puasa itu adalah perisai. Oleh karena itu, jika salah seorang di
antara kalian berpuasa, maka janganlah dia berkata-kata kotor dan tidak
juga berlaku bodoh. Jika ada orang yang memerangi atau mencacinya, maka
hendaklah dia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’ (sebanyak
dua kali). Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya, bau mulut orang
yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah Ta’ala daripada aroma minyak
kesturi, di mana dia meninggalkan makanan, minuman, dan nafsu
syahwatnya karena Aku (Allah). Puasa itu untuk-Ku dan Aku akan
memberikan pahala karenanya dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh
kali lipatnya.” [1]
2. Hadits yang diriwayatkan oleh Hudzaifah Radhiyallahu anhu, ia
berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
“فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَجَارِهِ تُكَفِّرُهَا الصَّلاَةُ وَالصِّيَامُ وَالصَّدَقَةُ.”
“Kesalahan seseorang terhadap keluarga, harta dan tetangganya akan dihapuskan oleh shalat, puasa dan shadaqah.” [2]
3. Hadits yang diriwayatkan dari Sahl Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَاباً يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ
مِنْهُ الصَّائِمُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ
غَيْرُهُمْ يُقَالُ: أَيْنَ الصَّائِمُوْنَ؟ فَيَقُوْمُوْنَ، لاَ يَدْخُلُ
مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، فَإِذَا دَخَلُوْا أُغْلِقُ، فَلَمْ يَدْخُلْ
مِنْهُ أَحَدٌ.”
‘Sesungguhnya di Surga itu terdapat satu pintu yang diberi nama
ar-Rayyan. Dari pintu itu orang-orang yang berpuasa akan masuk pada hari
Kiamat kelak. Tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu itu selain
mereka. Ditanyakan, ‘Mana orang-orang yang berpuasa?’ Lalu mereka pun
berdiri. Tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu itu selain
mereka. Jika mereka sudah masuk, maka pintu itu akan ditutup sehingga
tidak ada lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut.’” [3]
4. Hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“إِذَا جَاءَ رَمَضَانَ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ.”
‘Jika Ramadhan tiba, maka pintu-pintu Surga dibuka.’” [4]
5. Hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِحَتْ أبْوَابُ السَّمَاءِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِيْنُ.”
‘Jika bulan Ramadhan telah masuk, maka pintu-pintu langit akan dibuka
dan pintu-pintu Jahannam akan ditutup dan syaitan-syaitan pun
dibelenggu.’”[5]
6. Hadits yang juga diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu,
ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ
مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَاناً
وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.”
‘Barangsiapa bangun pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan
dan mengharapkan pahala, maka akan diberikan ampunan kepadanya atas
dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan penuh
keimanan dan mengharapkan pahala maka akan diberikan ampunan kepadanya
atas dosanya yang telah lalu.’” [6]
BEBERAPA RAHASIA PUASA
Puasa merupakan sarana paling tangguh untuk membantu memerangi hawa
nafsu serta menekan nafsu syahwat sekaligus sebagai sarana pensucian
jiwa dan pemberhentiannya pada batas-batas Allah Ta’ala, di mana dia
akan menahan lisannya dari berbicara sia-sia, mencela, serta menyerang
kehormatan orang lain, berusaha menyebar ghibah (menceritakan kejelekan
atau aib orang) dan namimah (mengadu domba) ke tengah-tengah mereka,
puasa juga dapat menundukkan tipu daya, pengkhianatan, kecurangan,
muslihat, serta mencegah upaya melakukan perbuatan keji, memakan riba,
menyuap dan memakan harta manusia dengan cara yang bathil serta berbagai
macam penipuan. Selain itu, puasa juga mendorong seorang muslim untuk
sesegera mungkin mengerjakan perbuatan baik, baik itu shalat maupun
zakat dengan cara yang benar serta menyalurkan kepada pihak-pihak yang
telah ditentukan oleh syari’at. Dia juga akan berusaha mengeluarkan
shadaqah serta melakukan hal-hal yang bermanfaat, berkeinginan keras
untuk memperoleh rizki yang halal dan menghindarkan diri dari perbuatan
dosa dan keji.[7]
Dengan demikian, di dalam puasa itu terkandung banyak keutamaan yang
sangat agung. Selain itu juga memiliki berbagai rahasia besar yang
sebagian di antaranya telah diketahui oleh banyak orang, sedang sebagian
lainnya tidak diketahui.
Dan di antara rahasia dan manfaat puasa yang paling tampak jelas adalah sebagai berikut:
PUASA MERUPAKAN METODE YANG MANTAP UNTUK MELAKUKAN PERUBAHAN
Di antara manfaat puasa yang agung adalah sebagai sarana menyiapkan
seorang muslim dengan kekuatan yang menjadikannya mampu untuk melakukan
perubahan pada dirinya sendiri. Dia dapat melakukan latihan melalui
puasa sehari-hari sehingga dia dapat menahan diri dari setiap hal yang
dia sukai dan cintai. Dan kepada penguasa nafsu dan syahwat, dia akan
mengatakan, “Tidak.”
Sungguh jawaban yang hebat jika berada dalam keridhaan Allah. Jika
seorang muslim mampu mengatakan hal tersebut, berarti dia telah berhasil
mewujudkan kehormatan dan kedudukan yang tinggi atas syahwat dan
ketamakannya. Sedangkan orang-orang yang tidak berpuasa adalah orang
yang tidak pernah mampu mengendalikan gejolak jiwa mereka, bahkan mereka
selalu tunduk kepada syahwat dan keinginan mereka. Mereka adalah
budak-budak yang hina, bahkan lebih buruk dari budak-budak manusia.
Seorang penya’ir telah mengungkapkan:[9]
“Kalau bukan karena kesulitan, niscaya umat manusia ini
secara keseluruhan akan menjadi terhormat,
Kedermawanan semakin langka
dan keberanian berarti perang.”
PUASA SEBAGAI CARA PENGGEMBLENGAN TENTARA
Kehidupan militer dengan segala hal yang diharuskannya, baik itu berupa
kekerasan, kekasaran, ketegaran, ketundukan pada perintah, serta
kedisiplinan pada arahan-arahan komandan. Dan kita bisa dapatkan
perwujudan secara praktis pada puasa.
Yang demikian itu karena puasa merupakan sarana penggemblengan
kekuatan fisik yang mengharuskan pelakunya menempuh satu manhaj (metode)
tersendiri dalam kehidupannya, di mana tiang penyangganya berupa
ketegaran, larangan, dan bersabar atas pahit getirnya rasa lapar dan
panasnya rasa haus, kelelahan fisik dalam mengendalikan diri serta
menahan hawa nafsu dan mengekang keinginannya, seakan-akan seorang
muslim yang berpuasa itu adalah seorang tentara yang siap mendengar dan
mentaati serta menjalankan perintah Rabb-nya tanpa penolakan atau
pembangkangan.
Jika seorang tentara itu tunduk dan berpegang pada perintah serta
menjalankannya di bawah pengawasan komandan, maka orang yang berpuasa
(sedang) menjalankan perintah tanpa pengawasan dari seorang pun, kecuali
dari Allah Yang Mahahidup lagi Mahaberdiri sendiri, yang tidak akan
pernah lengah dan tidur, Mahasuci Allah lagi Mahatinggi.
PUASA MEMPERKUAT KEINGINAN
Puasa dapat memperkuat keinginan, mendorong kemauan, mengajarkan
kesabaran, membantu menjernihkan fikiran, menghidupkan pemikiran, dan
mengilhami pendapat yang cerdas jika seorang yang berpuasa dapat
melangkah ke fase relaks (santai), serta melupakan berbagai rintangan
yang muncul akibat waktu luang dan terkadang keputusasaan, dan ketika
seseorang memiliki keinginan yang kuat sehingga dia mampu mengatakan
kepada pelaku kemunkaran, “Ini munkar.” Dia juga bisa menghadapi segala
bentuk hal-hal negatif yang ada di masyarakat. Sehingga dengan demikian,
dia telah menjadi seorang anggota masyarakat yang dinamis, yang akan
membangun dan tidak merusak, serta melakukan perbaikan dan tidak
melakukan peng-hancuran.
Ketika suatu bangsa memiliki keinginan yang kuat dan besar, maka dia
tidak akan memperkenankan agresor atau penjajah untuk menginjakkan kaki
ke tanahnya atau ikut campur dalam menentukan perjalanan hidupnya.
Dengan kekuatan tersebut, ia juga akan mampu meraih kemenangan di medan
pertempuran melawan kebodohan, keterbelakangan, melawan nafsu syahwat,
serta sanggup menembus segala rintangan pembangunan dan kemajuan.
Syaikh ad-Dausari rahimahullah mengatakan, “Membangun keinginan yang
kuat di dalam diri bukanlah suatu hal yang mudah. Berbagai kalangan,
baik perkumpulan (organisasi) maupun kalangan militer telah berusaha
membangun keinginan yang kuat kepada masyarakat masa kini. Padahal,
Islam telah mendahului mereka dalam hal tersebut pada 14 abad yang lalu.
Cukup besar kebutuhan seorang muslim, khususnya untuk memiliki
keinginan kuat dan kemauan yang keras. Oleh karena itu, Allah Subhanahu
wa Ta’ala memerintahkan untuk berjuang melawan sakit akibat rasa lapar
dan haus dalam menjalankan puasa.
Oleh karena itu, sudah sepatutnya bagi seorang muslim yang berpuasa
untuk tidak melakukan hal-hal yang merusak kekuatan ini setelah berbuka,
mengucilkan atau menghinakannya sehingga pada malam harinya dia akan
merusak kuatnya keinginan yang telah dia bangun pada siang harinya.[10]
PUASA MEMBENTUK AKHLAK MULIA
Puasa merupakan tempat penggemblengan diri bagi orang yang
menjalankannya untuk membentuk akhlak mulia, akhlak ketakwaan,
kebajikan, kebaikan, kepedulian, tolong-menolong, kasih sayang,
kecintaan, kesabaran, dan akhlak mulia lainnya yang dibangun oleh puasa
pada diri orang yang menjalankannya.
Puasa dapat membentuk muraqabah (rasa selalu berada dalam pengawasan
Allah) bagi pelakunya. Bagi dirinya ada satu penjaga umum yang selalu
mengawasi dirinya agar tidak ada sesuatu pun yang bersumber dari dirinya
yang bertentangan dengan syari’at. Dialah yang membinanya dari dalam
sehingga darinya muncul amal-amal lahiriah yang tunduk pada pengawasan
ini.
Pernahkah engkau melihat orang yang berpuasa dengan penuh kejujuran
dan kesungguhan kepada Rabb-nya melakukan kebohongan kepada orang lain?
Pernahkah engkau melihatnya secara tulus ikhlas menjalankan puasanya dan
kemudian melakukan kemunafikan di masyarakat? Sesungguhnya keikhlasan
itu merupakan satu bagian utuh yang tidak mungkin dipisahpisahkan, di
mana puncaknya adalah ikhlas kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh
karena itu, barangsiapa yang tulus ikhlas karena Allah Subhanahu wa
Ta’ala, maka sangat mustahil baginya untuk melakukan penipuan,
kecurangan atau berkhianat. Oleh karena itu, puasa merupakan salah satu
faktor dasar sekaligus pendalaman akhlak, pembangunan sekaligus
pembentukannya untuk mengambil satu sifat amaliyah (perbuatan) yang
semuanya berkumpul pada buahnya yang cukup jelas yang telah diingatkan
oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam kitab-Nya: (لَعَلَّكُمْ
تَتَّقُوْنَ)“Agar kalian bertakwa.”
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Puasa memiliki pengaruh yang
sangat kuat dalam menjaga anggota tubuh yang bersifat lahiriah dan juga
kekuatan bathin serta melindunginya dari faktor-faktor pencemaran yang
merusak. Jika faktor-faktor pencemaran tersebut telah menguasai dirinya,
maka ia akan rusak.
Dengan demikian, puasa akan menjaga kejernihan hati dan kesehatan
anggota badan sekaligus akan mengembalikan segala sesuatu yang telah
berhasil dirampas oleh nafsu syahwat. Puasa merupakan pembantu yang
paling besar dalam merealisasikan ketakwaan…”[11]
PUASA MEWUJUDKAN KETENANGAN JIWA
Pergolakan akan berlangsung terus-menerus antara jiwa yang menyuruh
berbuat kejahatan dengan jiwa yang menyuruh berbuat kebaikan. Setiap
kemaksiatan yang dilakukan oleh seorang muslim adalah akibat dari
penguasaan jiwa yang memerintahkan berbuat kejahatan. Sedangkan setiap
upaya pendekatan kepada Allah yang dilakukan oleh seorang muslim adalah
senjata kuat yang digunakan oleh jiwa yang memerintahkan berbuat
kebaikan.
Oleh karena itu, puasa akan membangun kekuasaan jiwa, menguatkan
serta meneguhkannya untuk melaksanakan risalahnya dan memfungsikan
perannya dalam menjaga kedamaian dan ketenangan dalam diri seseorang.
Peranan penting dari kekuasaan jiwa itu adalah pengarahan melalui
kecaman dan teguran yang keras setiap kali gangguan jiwa berupaya untuk
mengajak kepada kejahatan, memperdayanya atau menjebaknya agar tunduk
kepadanya. Demikianlah, berbagai pertempuran bersembunyi di dalam jiwa
dan berbagai kekuatan kebaikan akan menang, yang selanjutnya kedamaian
dan rasa aman akan menyelimut dalam jiwa, kemudian beralih ke seluruh
anggota badan sehingga bagian yang lain pun menikmati rasa aman dan
ketenangan. Akhirnya semua kebaikan terealisasi bagi setiap muslim yang
menjalankan puasa.
PUASA MERUPAKAN SALAH SATU WUJUD DARI KESATUAN UMAT ISLAM
Puasa merupakan satu penampakan praktis dari berbagai penampakan
kesatuan kaum muslimin, kesetaraan antara si kaya dan si miskin,
penguasa dan rakyat, orang tua dan anak kecil, serta laki-laki dan
perempuan. Mereka berpuasa untuk Rabb mereka, seraya memohon ampunan-Nya
dengan menahan diri dari makan pada satu waktu dan berbuka dalam satu
waktu juga. Mereka sama-sama mengalami rasa lapar dan berada dalam
pelarangan yang sama di siang hari, sebagaimana mereka mempunyai
kedudukan yang sama dalam mengibarkan syi’ar-syi’ar lain yang berkenaan
dengan puasa.
Dengan demikian, puasa merealisasikan semacam kesatuan tujuan, rasa, nurani, dan tempat kembali di masyarakat yang berpuasa.
Secara keseluruhan, umat Islam berdiri dalam satu barisan pada satu
musim tertentu setiap tahun dan dalam beberapa hari tertentu di antara
seluruh umat manusia ini. Ia merupakan barisan penghubung antara
bangsa-bangsa yang kuat, antara komponen dari umat Islam secara
keseluruhan, meskipun tempat tinggal mereka berjauhan dan berada dalam
satu ikatan yang ditempatkan di hadapan satu pengalaman, yang memiliki
satu pengaruh dan dalam satu penampakan kebersamaan.
Dengan demikian, hati dan perasaan mereka akan menjadi semakin erat
dan akrab sehingga menjadi satu hati yang mengarah kepada kehidupan
dengan satu pandangan.
Inilah satu teladan yang baik bagi persatuan antara berbagai
masyarakat dari umat ini, bahkan sebagai teladan yang ideal bagi setiap
kesatuan dalam kehidupan ini. Sebab, ia merupakan kesatuan yang
bersumber dari nurani dan menciptakan masa depan serta tempat kembali
dan membangkitkan berbagai kemuliaan dari dalam diri yang nampak secara
lahiriahnya, sehingga terwujudnya firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَإِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ
“Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kalian semua, agama
yang satu dan Aku adalah Rabb kalian, maka bertakwalah kepada-Ku.”
[al-Mu’minun/23: 52]
Kesatuan yang diwujudkan oleh puasa ini merupakan kesatuan permulaan, karena ia merupakan buah dari ibadah yang sungguh-sungguh.
Kesatuan nurani, karena ia bersumber dari amal perbuatan perasaan yang didasarkan pada perencanaan jiwa kemanusiaan.
Kesatuan tempat kembali, karena ia menggiring umat ini secara
keseluruhan kepada satu tempat kembali yang berakhir padanya dan berdiam
di sana, yaitu takwa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikannya
sebagai buah dari puasa.
Kesatuan rasa, karena ia menyatukan rasa dan perasaan umat pada satu tujuan dan menempatkannya pada satu jalan.
Kesatuan ‘aqidah, karena ia bersumber dari keimanan dan keyakinan dan bertengger di udara takwa dan ibadah.[12]
Dalam penampilannya yang cukup mengesankan, kesatuan ini memberikan
gambaran yang benar mengenai kesatuan besar yang menyamaratakan semua
anggota umat meskipun terdapat perbedaan jenis, warna kulit, dan
kebangsaan. Jika engkau ingin membuktikan hal tersebut, silakan arahkan
pandangan-mu pada saat berbuka di negara yang aman, di Baitullah, untuk
menyaksikan ratusan ribu orang yang berbuka bersama dalam satu waktu.
Pernahkah engkau menyaksikan tampilan kesatuan yang lebih jelas dari
ini? Pada hakikatnya, yang buta itu bukanlah pandangan mata, tetapi hati
yang ada di dalam dada.
PUASA MEMILIKI PENGARUH BESAR BAGI KESEHATAN SECARA UMUM
Sesungguhnya pada puasa itu terkandung kesehatan yang besar dengan semua
maknanya, baik kesehatan badan, perasaan, maupun rohani.
Dengan demikian, puasa dapat memperbaharui kehidupan seseorang dengan
diperbaharuinya sel-sel dan dibuangnya sel-sel yang sudah tua dan mati
serta diistirahatkannya perut dan organ pencernaan. Puasa juga dapat
memberikan perlindungan terhadap tubuh, membersihkan perut dari
sisa-sisa makanan yang tidak dapat dicerna dan juga dari kelembaban yang
ditinggalkan oleh makanan dan minuman.
Banyak para dokter menyebutkan berbagai manfaat puasa, di antaranya
bahwa puasa dapat mempertahankan kelembaban insidentil sekaligus
membersihkan pencernaan dari racun yang ditimbulkan oleh makanan yang
tidak sehat, dan mengurangi lemak di perut yang sangat berbahaya bagi
jantung, yang ia sama seperti pengasingan kuda yang akan dapat menambah
kekuatannya untuk bergerak dan lari.
Sedangkan kesehatan rohani yang ditimbulkan oleh puasa adalah berupa
bimbingan yang diberikan kepada orang-orang yang berpuasa karena Allah
Subhanahu wa Ta’ala, mengetahui tujuan dari penciptaan mereka,
mempersiapkan mereka untuk mengambil semua sarana takwa yang akan
melindunginya dari kehinaan, kerendahan, dan kerugian di dunia dan
akhirat. Pada akhirnya hati mereka menjadi selamat dari penyakit syubhat
dan penyakit syahwat yang telah menimpa banyak orang.
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz telah mengatakan, “Pada puasa itu
terdapat banyak manfaat dan hikmah yang besar, di antaranya adalah
pembersihan, penggemblengan dan pensucian jiwa dari akhlak tercela dan
sifat-sifat buruk, seperti tamak, rakus dan kikir, untuk kemudian
dibiasakan dengan akhlak mulia seperti sabar, santun, dermawan, murah
hati, dan pengerahan jiwa untuk mengerjakan segala hal yang diridhai
Allah dan dapat mendekatkan diri kepada-Nya.
Manfaat puasa lainnya adalah membuat seorang hamba dapat memahami
dirinya sendiri dan juga kebutuhannya, kelemahan dan kebutuhan dirinya
akan Rabb-nya, juga mengingatkan diri akan keagungan nikmat Allah yang
diberikan kepadanya, dan mengingatkan akan kebutuhan saudara-saudaranya
yang hidup miskin, sehingga mengharuskan dirinya untuk bersyukur kepada
Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus memohon pertolongan agar dilimpahkan
berbagai kenikmatan untuk selalu mentaati-Nya serta mengasihi
saudara-saudaranya yang hidup miskin sekaligus dapat berbuat baik kepada
mereka.
Selain itu, manfaat puasa juga dapat membersihkan tubuh dari
pencemaran yang buruk dan memberikan kesehatan serta kekuatan. Hal
tersebut telah diakui oleh banyak dokter. Bahkan mereka telah banyak
mengobati pasien mereka dengan menggunakan puasa ini.” [13]
[Disalin dari buku Meraih Puasa Sempurna, Diterjemahkan dari kitab
Ash-Shiyaam, Ahkaam wa Aa-daab, karya Dr. Abdullah bin Muhammad bin
Ahmad ath-Thayyar, Penerjemah Abdul Ghoffar EM, Penerbit Pustaka Ibnu
Katsir]
_______
Footnote
[1]. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/22) dan Shahiih Muslim (III/157))
[2]. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/22) dan Shahiih Muslim (III/173))
[3]. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/23) dan Shahiih Muslim (III/157))
[4]. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/23) dan Shahiih Muslim (III/121))
[5]. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/23) dan Shahiih Muslim (III/121))
[6]. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/23) dan Shahiih Muslim (III/177))
[7]. Ash-Shaum karya Syaikh ‘Abdurrahman ad-Dausari, hal. 16.
[8]. Syaikh Abdurrahman ad-Dausari t secara panjang lebar telah
menguraikan manfaat puasa. Demikian pula Ustadz Taufiq Sab’u. Bagi yang
berminat, silakan merujuknya. Ash-Shaum (hal. 16) dan hal. 87.
[9]. Yang mengungkapkan sya’ir ini adalah al-Mutanabbi. Lihat Diiwaan
Abi Thayyib oleh al-Mutanabbi, dengan syarah Abul Baqa’ al-‘Ukbari
(III/287).
[10]. Ash-Shaum, karya Syaikh ad-Dausari, hal. 23.
[11]. Zaadul Ma’aad (I/320).
[12]. Lihat kitab Haakadzaa Nashuum, hal. 161 dan seterusnya.
[13]. Ma’ar Rasuul fii Ramadhaan, ‘Athiyyah Muhammad Salim (kitab ini
dibe-rikan muqaddimah oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz, hal. 5).
Selasa, 28 Februari 2017
KISAH TELADAN
Kisah Seorang Pemuda Penggali Kubur Di Zaman Rasulullah saw
“Ya Allah, aku adalah
hambaMu yang telah berbuat dosa besar. Sekarang aku datang ke pintuMu,
agar Engkau berkenan menjadi penolongku disisi kekasihMu. Sungguh Engkau
Maha Pemurah kepada hamba-hambaMu dan tiada tersisa harapanku kecuali
kepadaMu….”
Pada kesempatan kali ini saya akan memposting sebuah kisah seorang pemuda penggali kubur, yang diambil dari Kitab Mukasyafah Al Qulub Karangan Imam Ghazali.
Diriwayatkan bahwa pada
zaman Rasulullah s.a.w, Umar bin Khaththab, salah seorang sahabat
terdekat Rasullulah s.a.w menangis di depan pintu rumah Rasulullah
s.a.w. Mendengar suara Umar bin Khaththab berada di luar, maka
Rasulullah s.a.w segera keluar dan bertanya kepada Umar bin Khaththab,
“Wahai Umar mengapa engkau menangis?”
Kemudian Umar menjawab: “Wahai Rasulullah, bersamaku ada seorang pemuda yang telah membuat hatiku sedih dengan tangisnya.”
Lalu Rasulullah s.a.w
memerintahkan Umar agar membawa masuk anak muda tersebut ke dalam. Atas
perintah tersebut, Umar bin Khaththab lalu mengajak pemuda yang datang
bersamanya sambil keduanya tetap menangis.
Pemuda itu disuruh duduk di
depan Rasulullah s.a.w dan Umar Ibnu Khaththab duduk di sebelahnya.
Rasulullah s.a.w kemudian bertanya: “Wahai pemuda, mengapa engkau
menangis?”
Pemuda itu menjawab sambil tetap menangis: “Wahai Rasulullah, dosaku sangat besar dan aku takut Allah memurkaiku…”
“Apakah engkau telah menyekutukan Allah dengan sesuatu?” tanya baginda s.a.w.
“Tidak, ya Rasul,” sahut pemuda itu sambil tetap menangis.
“Apakah engkau telah membunuh seseorang dengan alasan yang tidak benar?” Rasulullah s.a.w kembali bertanya.
“Tidak ya Rasul,” sahut pemuda itu sambil terus menangis.
Lalu Rasulullah s.a.w bersabda: “Sungguh, dosamu sebesar apa pun, Allah akan mengampuninya, sekalipun memenuhi langit dan bumi.”
“Sungguh dosaku lebih besar dari itu, ya Rasul,” sahut pemuda itu.
“Apakah besar dosamu melebihi Arasy? Besar mana dengan Arasy?” tanya baginda s.a.w lagi.
“Dosaku sangat besar, ya Rasulullah.”
“Lalu besar mana dosamu dengan keagungan, ampunan, dan rahmat Allah?” tanya Rasulullah s.a.w.
“Tentu keagungan, ampunan,
dan rahmat Allah lebih besar. Tetapi dosaku sangat besar, ya Rasulullah”
jawabnya masih dalam keadaan menangis terisak-isak.
Karena kurang mengerti
maksud pengakuan dari pemuda itu, akhirnya Rasulullah s.a.w mendesaknya,
“Cobalah katakan dosa apa yang pernah engkau perbuat?”
“Aku malu menyebutnya, ya Rasulullah…” kata si pemuda itu.
Karena Rasulullah s.a.w
terus mendesak pemuda itu untuk mengatakan dosanya secara jujur. Maka
dengan perasaan malu dan takut, pemuda itupun menceritakan dosa yang
dilakukannya.
“Wahai Rasulullah, aku ini
seorang penggali kubur, sejak tujuh tahun lalu. Hingga meninggalnya
puteri dari seorang sahabat Ansar. Melihat kecantikan dan kemontokan
tubuhnya, nafsu birahiku memuncak. Setelah kuburan sepi, ku bongkar
kuburnya dan ku telanjangi mayat gadis itu. Setelah ku cumbui, nafsu
berahiku tak dapat ku tahan, lalu ku setubuhi. Saya terkejut, tiba-tiba
mayat gadis itu berkata, “Tidakkah engkau malu kepada Allah, pada hari
Allah menghukum orang-orang yang berbuat zalim, sementara engkau
menelanjangiku dan menyetubuhiku diantara orang-orang yang telah mati.
Engkau membuatku dalam keadaan junub di hadapan Allah!”
Mendengar pengakuan dari si
pemuda itu, Rasulullah s.a.w segera bangkit berdiri dan meninggalkannya,
seraya berseru: “Hai pemuda fasik, pergilah! Jangan engkau dekati aku!
Nerakalah tempatmu kelak!”
Pemuda itu pun segera keluar
meninggalkan rumah Rasulullah s.a.w seraya menangis. Dia berjalan
dengan arah tak menentu keluar kampung. Sampailah dia di padang pasir
yang luas lagi panas. Tujuh hari lamanya ia tidak makan dan minum karena
penyesalan dan kesedihan yang sangat mendalam hingga lemahlah keadaan
tubuhnya tak kuasa lagi berjalan, lalu kemudian jatuh tersungkur di
tempat itu. Di atas pasir ia bersujud kepada Allah, lalu berdoa dan
memohon ampunanNya dalam tangisnya.
“Ya Allah, aku adalah
hambaMu yang telah berbuat dosa besar. Sekarang aku datang ke pintu-Mu,
agar Engkau berkenan menjadi penolongku disisi kekasih-Mu. Sungguh
Engkau Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Mu dan tiada tersisa harapanku
kecuali kepadaMu. Ya Allah Tuhanku, sudilah menerima kehadiranku, kalau
tidak datangkanlah api-Mu dari sisi-Mu, dan bakarlah tubuhku dengan
api-Mu di dunia ini, daripada Kau bakar tubuhku di akhirat nanti.”
Setelah itu Malaikat Jibril
a.s datang kepada Rasulullah s.a.w. Usai menyampaikan salam dari Allah,
Jibril a.s berkata: “Wahai Muhammad, Allah s.w.t bertanya kepadamu,
“Apakah engkau yang menciptakan makhluk?”
“Bahkan Dialah yang menciptakan diriku dan mereka,” jawab Rasulullah s.a.w.
“Apakah engkau memberi rezeki kepada mereka?” tanya Jibril a.s.
Rasulullah s.a.w menjawab: “Bahkan Dia memberi rezeki padaku dan mereka.”
“Apakah engkau menerima taubat mereka?” tanya Jibril a.s untuk kali yang sekiannya.
“Bahkan Dia yang berhak menerima taubat dan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya” ujar Rasulullah s.a.w.
Jibril a.s lalu berkata,
Allah berfirman kepadamu; “Telah datang kepadamu seorang hamba-Ku dan
dia menerangkan satu dosa dari beberapa dosanya, maka kamu berpaling
(marah) kepadanya dari dosanya, maka bagaimana keadaan orang-orang
mukmin kelak, apabila mereka datang dengan dosa yang banyak lagi besar
ibarat gunung yang besar? Engkau adalah utusan-Ku yang Aku utus sebagai
rahmat untuk seluruh alam. Maka jadilah kamu orang yang sayang
menyayangi pada semua orang yang beriman, menjadi penolong bagi
orang-orang yang telah berdosa dan memaafkan keterlanjuran dan kesalahan
mereka (hamba-Ku); karena sesungguhnya Aku telah mengampunkannya
(menerima taubatnya) dan dosanya.”
Kemudian Rasulullah s.a.w.
mengutus beberapa orang sahabat, maka mereka temui pemuda tersebut lalu
memberikan khabar gembira kepadanya dengan maaf dan ampunan-Nya. Lalu
mereka membawa pemuda tersebut berjumpa Rasulullah yang mana ketika itu
beliau (Rasulullah) sedang menunaikan sembahyang Maghrib, dan merekapun
bermakmum di belakangnya.
Ketika Rasulullah s.a.w.
membaca surah Al Fatihah yang dilanjutkan dengan surah At-Takaatsur (Al
Haakumuttakaatsur), sesampai baginda membaca ‘Hattaa Zurtumul Maqaabir’
(Kamu telah dilalaikan sehingga kamu masuk kubur), maka berteriaklah
pemuda itu dengan keras sekali langsung jatuh. Ketika mereka selesai
sembahyang, mereka dapati pemuda itu telah meninggal dunia.
Mudah-mudahan Allah Taala membelas kasihaninya.
Tags: kisah seorang pemuda
penggali kubur, kisah seorang pemuda, kisah pemuda, kisah pemuda
penggali kubur, penggali kubur, cerita penggali kubur, kisah taubatnya
penggali kubur, kisah pemuda penggali kubur di zaman nabi.
FUNGSI AGAMA
11 Fungsi Agama Dalam kehidupan Manusia
Agama islam ataupun agama lain merupakan tongkat untuk penunjuk jalan bagi orang orang yang yang buta akan nilai nilai moral dan norma norma agama yang berlaju dimasyarakat. Dengan memiliki agama seseorang akan selalu berada pada jalan kebaikan dan kebenaran yang dapat menguntungkan diri sendiri ataupun orang lain di dalam hidup bermasyarakatnya. Agama adalah segalanya bagi kehidupan manusia, karena agama adalah tiang dari segala tiang didunia yang jika tiang itu runtuh maka manusia berada pada kerugian.Berikut adalah beberapa fungsi agama dalam kehidupan :
1. Sebagai sarana pendidikan
Agama dapat berfungsi sebagai sarana terbaik untuk mengajarkan hal
hal yang baik yang dapat menguntungkan banyaak pihak sesuai dengan
perintah atau larangan yang harus dijalankan dan dipatuhi , agar
seseorang bisa menjadi pribadi yang lebih baik daan selalu berada padaa
jalan kebenaran dan kebaikan menurut ajaran dan kepercayaan masing
masing.
2. Sebagai sarana untuk keselamatan
Agama berfungsi sebagai jalan teebaik bagi penganutnya berhubungan
dengan tuhannya agar dapat memohon dan mengharapkan keselamatan dari
kejahatan yang terlihat maupun yang tiudak nyata serta keselamatan dari
ancaman api neraka akibat dosa dosa dimasa lalu. Seseorang yang memiliki
agama maka dirinya memiliki tuhan untuk tempat berdoa, mengeluarkan
uneg uneg dan memohon keselatan dunia akhirat. dengan begitu hati bisa
terasa lebih tenang dan mendekatkan diri kepada sang pencipta merupakan cara agar kehidupan kita menjadi tenang.
3. Sebagai jembatan perdamian dunia
Karena ajaran agama yang selalu mengutamakan untuk selalu hidup
berprilaku baik , saling menghormati dan menyayangi dengan orang yang
beragama berbeda dapat mewujudkan persatuan dan kesatuan dan sebagai
alat untuk menuju perdamaian dunia. didunia memiliki tarusan negara
dengan ideologi dan agama yang berbeda beda, tetapi semua negara
dilandasi rasa saling menghormati hak asasi manusia , saling menghargai,
mengutamakan persamaan derajat tapi tidak saling merugikan satu sama
lainnya, menjauhi penghinaan atau penghujatan terhadap orang lain dan
tidak saling merasa benar , maka perdamian dunia akan selalu tercipta
hingga akhir jaman.
4. Sebagai alat untuk sosial
Dengan beragama manusia akan lebih peka, lebih cerdas dan lebih
tanggap dalam menyikapi dan menghadapi masalah masalah sosial
dimasyarakat, misalnya adanya kemiskinan, keadilaan, kesejahteraan
rakyat, tentang hak asasi manusia ataau tentang aktifitas yang berjalan
pada jalan kemaksiatan agar segera ditertibkan dan dimusnakan agar
prilaku tersebut tidak menodai wilayah sekitarnya dan tidak lagi
menjerat prilaku generasi berikutnya kearah yang penuh dosa.Kepekaan tersebut dapat merangsang dan menyemangati orang orang agar tidak hanya berdiam diri saja menyaksikan hal hal yang tidak baik antara lain tentang ketidakadilan ditengah masyarakat, tentang prilaku menyimpang atau tentang kezoliman yang berkembang pada sistem kehidupan dimasyarakat. masyarakat yang memiliki agama ( walaupun berbeda beda) maka akan memiliki jiwa yang lebih peka dan cerdas untuk menolak semua peristiwa yang berbau ketidakadilan tersebut.
5. Sebagai jenjang hidup yang baru
Ajaran agama selalu mengajarkan haal hal yang baik dan melaarang
manusia untuk berbuat sesuatu yang merugikan orang lain apapun
bentuknya. ajaran agama mampu memperbaiki kualitas kehidupan seseorang
dalam bergaul dan berinteraksi ditengah masyarakat. bahkan mampu
mengubah pribadi seseorang atau kelompok menjadi memiliki jenjang
kehidupan yaang baru yaitu kehidupan yang lebih baik dan mencapai
spiritualnya masing masing.
6. Sebagai tempat untuk berinteaksi
Pada dasarnya Ajaran kebaikan dan kebenaran ada pada semua agama
apapun didunia. agama mengajarkan manusia untuk saling bersosialisasi
atau berinteraksi dengan orang lain (agama Lain). Semua ajaran agama
memiliki aturan yang membolehkan segala bentuk usaha yang mempunyai
sifat duniawi dan sekaligus agamawi selama usaha yang dilakukan tidak
bertentangan dengan ajaran agama dan sesuai dengan norma norma yang ada
dalam masyarakat .
7. Sebagai semangat kreatifitas
Ajaran agama untuk memberi semangat kemandirian dan kreatifitas
seseorang agar lebih baik dan terarah tanpa disusupi oleh kecurangan
atau kejahatan kejahatan yang merugikan orang lain. semangat kreatifitas
dapat mengajak seluruh manusia didunia untuk saling bekerja sama dalam
berkarya, bekerja daan memanfaatkan keterampilan , minat dan bakat untuk
kemajuan bangsa dan negara.
8. Sebagai identitas diri
Agama apapun didunia adalah sebagai identitas seseorang sebagai umat
yang beragama dan tidak atheisme (Tidak beragama). identitas tersebut
bisa terdapaa pada kartu tanda penduduk, paspor dan surat surat penting
lain. hal itu menunjukkan bahwa kita harus menghormati agama orang lain
yang sebenarnya telah diakui sebagai agama yang sah didunia.
9. Agama juga bisa disebut sebagai ajaran teoritis
yaitu yang mengajarkan tentang cara bagaimana berprilaku yang baik
yang sesuai norma, moral dan aturan aturan , perintah serta larangan
larangan yang berhubungan dengahn etika bermasyarakat. yang bertujuan
agar mudah tercipta krukunaan , saling menghormati dan hidup saling
berdampingan tanpa mengenal perbedaan agama ataupun tradisi.
10. Agama juga bisa disebut sebagai benteng kekuatan
Yaitu sebagai benteng kekuatan yang tidak mengenal ruang dan waktu
karena berperan besar dalam mempengaruhi prilaku dan sikap manusia
secara individu ataupun secara sosial, kalimat ini pernah dinyatakan
oleh seorang pakar ahli sosiologi yang bernama Emile Durkhien.
11. Agama juga bisa disebut sebagai kebanggaan
Yaitu memiliki agama berarti memiliki kebangaan karena mempunyai
tuhan tempat kita berserah diri, memohon bantuan dan sarana untuk
beribadah agar menjadi manusia bisa lebih dekat dengan yang maha kuasa
dan menjadi pribadi yang lebih baik. agama sebagai kebanggaan diri
secara pribadi tetapi bukan untuk dipertunjukan dalam bentuk keangkuhan,
pamer atau kesombongan. karena keangkuhan hanya akan membuat jarak kita
dengan orang lain menjadi menpunyai dinding batas untuk saling
berinteraksi. hal ini disebabkan pada dasarnya manusia tidak menyukai
seseorang yang pamer dan bangga dengan tujuan untuk menyombongkan diri.http://dalamislam.com/dasar-islam/fungsi-agama
PENTINGNYA AGAMA
Pentingnya Agama
Pendekatan pertama adalah bahwa manusia itu mahluk hidup yang unik, yang memiliki kelebihan akal, sehingga manusia itu ketika mampu mempergunakan akalnya secara maksimal dia bahkan bisa lebih baik dari malaikat
(dalam pemahaman agama malaikat adalah makhluk yang selalu taat dan patuh, tidak pernah membantah)
Namun ada satu sudut pandang lain yaitu bila manusia tidak mampu mempergunakan akalnya manusia lebih hina dari binatang.
Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus maksimal UNTUK MENGGUNAKAN AKAL DAN PIKIRAN kita yaitu mencari sebuah prinsip dasar kehidupan.
Singkat kata, satu pondasi dasar untuk memaksimalkan penggunaan akal kita (walupun banyak keterbatasan tentunya (karena satu sisi manusia mahluk lemah yang suka berkeluh kesah, mudah putus asa dll),
Manusia dianjurkan untuk berpikir tentang penciptaan Alam semesta, pergantian siang dan malam, knapa dan mengapa manusia itu diciptakan?, apakah ada manusia yang tidak akan meninggal dan manusia akan kekal hidup abadi, apakah ada hari pembalasan itu?, apakah ada kehidupan setelah mati?, dan tentunya masih banyak sekali pertanyaan-pertanyaan lain yang menantang manusia untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu.
Dari rentetan pertanyaan itu, sulit kiranya kalo kita menjawabnya hanya berdasarkan akal saja. Knapa? Karena kita PASTI GA BAKALAN MAMPU bro, kita butuh panduan (sumber informasi yang membimbing kita untuk bisa menjawab pertanyaan2 diatas, so pasti kita butuh panduan dari Tuhan karena kita diciptakan oleh-Nya).
Lihat kasus di jepang, statistik orang bunuh diri berdasarkan salah satu lembaga riset disana sangat tinggi, tentunya ini sangat memprihatinkan, mereka tidak memahami arti dan fungsi hidup secara benar. Oleh karena itu perlunya pengetahuan dan secara benar untuk memahami arti hidup ini, jangan kita hidup tapi ibarat sampah dilautan (kita dengan mudah terombang ambing tanpa ada kejelasan, sehingga mau tidak mau sangat patut kiranya dalam hidup ini kita membuhkan kompas (dalam hal ini kembali lagi adalah panduan Tuhan)
Oleh sebab itu bro, peranan agama sangat penting untuk membina karakter dan mental manusia dalam menjalani proses kehidupan ini, knapa??? karena didalam agama lah terdapat aturan-aturan dan panduan supaya kita manusia bisa dan mampu melakukan segala aktivitas dan perilaku supaya manusia kembali menghadap tuhan dengan keadaan yang baik pula. So, supaya KARAKTER DAN MENTAL MANUSIA itu baik pahamilah agama secara baik. AGAMA ADALAH PILIHAN HIDUP, AGAMA ADALAH PRINSIP, AGAMA ADALAH KEYAKINAN MENDASAR MANUSIA SELAMA HIDUP DI DUNIA. Sehingga secara ideal (karena setiap manusia itu dilahirkan adalah fitrah/suci), kewajiban untuk memahami, mengamalkan agama secara benar adalah tuntutan pada setiap manusia.
Khususnya Islam, islam menganjurkan manusia yang memeluk agama Islam itu secara menyeluruh (kaffah) tidak setengah-setengah, sehingga dengan kondisi seperti itulah rasa keyakinan kita terhadap agama yang kita anut itu perlu dimaksimalkan dengan mencari tau secara sungguh2, artinya dalam islam ada pondasi yang sangat mendasar yakni pemahaman tauhid, yaitu pemahaman dan keyakinan bahwa Allah adalah tuhan yang Esa(Tuhan yang satu) tidak beranak dan tidak di per-anakkan. Sehingga umat islam dituntut untuk menyembah dan beribadah hanya untuk Allah semata (tidak ada sekutu bagi-Nya), dan bahwa nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah yang membawa ajaran-ajaran perintah agar manusia kembali kepada Fitrah, mempunyai perilaku(Akhlaqul Karimah).
Pemahaman ini tidak bisa ditawar-tawar karena ini merupakan pilar utama yang harus dipahami betul oleh umat Islam. Sejarah mencatat, bahwa nabi muhammad selalu mengajarkan kesopanan, kesantunan, kejujuran tidak hanya kepada umat seagama, bahkan orang di luar islam pun sangat beliau hormati. Selain itu dari kecil sebelum jadi Nabi, Beliau sudah terkenal dengan kejujurannya, sehingga beliau dikenal dan diberi gelar (al-amin/orang yang dapat dipercaya).
Coba liat buku 100 Tokoh terkenal dunia (The 100: A Ranking Of The Most Influential Persons In History-Michael H. Hart – http://id.wikipedia.org/wiki/The_100), menurut penulis buku tersebut yang notabene dia bukan orang islam memposisikan beliau (nabi Muhammad, SAW ) sebagai seorang/manusia terbaik yang mempunyai dedikasi, pengaruh terbesar sepanjang abad.
Pemahaman yang mungkin bisa di eksplorasi dari ajaran islam adalah sebagai berikut:
†Tidak ada paksaan dalam beragama; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesatâ€.
Potongan makna dari ayat alquran (al-baqarah:256) diatas pernah disampain oleh beliaun yang intinya adalah bahwa umat islam dilarang menggangu Kafir Zinmi, yakni orang2 selain agama islam yang ingin hidup rukun dan berdampingan, sehingga bilamana orang islam itu mengganggu mereka (Kafir Zinmi) artinya mereka menggangu dan memusuhi nabi Muhammad SAW yang notabene adalah Pemimpin Islam yang telah memberikan pemahaman dan panduan (Agama) dalam kehidupan.
Oleh karena itu tentunya kita sebagai pribadi-pribadi Muslim tentunya harus bangga dengan agama kita, bangga ISLAM sebagai agama kita, Kita Harus yakin sekali agama islam sesuai dengan Fitrah Manusia, Alquran sebagai panduan hidup yang isinya (ayat-ayatnya) relevan dengan perkembangan zaman, yang kiranya ayat-ayat didalam Alquran tidaklah mungkin di buat oleh manusia. Sehingga dengan segala keterbatasan kita, Kita harus senantiasa selalu belajar dan belajar (ISLAM SANGAT MENGANJURKAN UMATNYA UNTUK MENUNTUT ILMU, yang dianjurkan dari buaian lahir sampai akhir hayat (Meninggal dunia) dan sangat tinggi sekali derajat orang-orang yang berilmu.
Btw, sedikit kesimpulan mungkin bisa merujuk kepada tulisan2 yang bercetak tebal atau BERHURUF BESAR, yang intinya ISLAM sangat menganjurkan sikap toleransi, ramah, santun bahkan Nabi Muhammad di utus ke dunia sebagai orang yang menyempurnakan Ahlaq Manusia yang mana ketika itu memang beliau ada pada masa zahilliyah, yakni masa dimana manusia sudah melewati batas kemanusiaan, (Mereka sangat keji seperti binatang, perilaku2 kasar dimana2, pembunuhan, perampokan, pelecehan kepada wanita, bahkan anak baru lahir dibunuh dan kekejian2 lain yang sangat nista pada waktu itu).
Oleh karena itu akhir dari Posting ini, kita sebagai pribadi muslim marilah memaksimalkan potensi keilmuan untuk lebih memahami, mendalami Islam secara kaffah, karena dalam islam, manusia yang terbaik adalah manusia yang paling bertakwa (Takwa yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya; dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja).
“Manusia yang terbaik adalah manusia yang bermanfaat buat orang lain”
alhadits.
Sehingga untuk memahami arti takwa sendiri Alquran sebagai panduan umat islam menerangkan indikator manusia bertakwa antara lain, manusia itu harus:
[1] Iman ialah kepercayaan yang teguh yang disertai dengan ketundukan dan penyerahan jiwa. Tanda-tanda adanya iman ialah mengerjakan apa yang dikehendaki oleh iman itu.
[2]. ghaib ialah yang tak dapat ditangkap oleh pancaindera. Percaya kepada yang ghjaib yaitu, mengi’tikadkan adanya sesuatu yang maujud yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera, karena ada dalil yang menunjukkan kepada adanya, seperti: adanya Allah, Malaikat-Malaikat, Hari akhirat dan sebagainya.
[3]. Shalat menurut bahasa ‘Arab: doa. Menurut istilah syara’ ialah ibadat yang sudah dikenal, yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan salam, yang dikerjakan untuk membuktikan pengabdian dan kerendahan diri kepada Allah. Mendirikan shalat ialah menunaikannya dengan teratur, dengan melangkapi syarat-syarat, rukun-rukun dan adab-adabnya, baik yang lahir ataupun yang batin, seperti khusu’, memperhatikan apa yang dibaca dan sebagainya.
[4]. Rezki: segala yang dapat diambil manfaatnya. Menafkahkan sebagian rezki, ialah memberikan sebagian dari harta yang telah direzkikan oleh Tuhan kepada orang-orang yang disyari’atkan oleh agama memberinya, seperti orang-orang fakir, orang-orang miskin, kaum kerabat, anak-anak yatim dan lain-lain.
[5]. Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum Muhammad s.a.w. ialah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al Quran seperti: Taurat, Zabur, Injil dan Shuhuf-Shuhuf yang tersebut dalam Al Quran yang diturunkan kepada para Rasul. Allah menurunkan Kitab kepada Rasul ialah dengan memberikan wahyu kepada Jibril a.s., lalu Jibril menyampaikannya kepada Rasul.
[6]. Yakin ialah kepercayaan yang kuat dengan tidak dicampuri keraguan sedikitpun. Akhirat lawan dunia. Kehidupan akhirat ialah kehidupan sesudah dunia berakhir. Yakin akan adanya kehidupan akhirat ialah benar-benar percaya akan adanya kehidupan sesudah dunia berakhir.
Mengapa
agama diperlukan?
Yang
pertama kali harus dilakukan oleh seseorang yang meyakini keberadaan Allah
adalah mempelajari apa-apa yang diperintahkan dan hal-hal yang disukai
Penciptanya. Dia lah yang memberinya ruh dan kehidupan, makanan, minuman dan
kesehatan. Selanjutnya dia harus mengabdikan seluruh hidupnya untuk patuh
kepada perintah-perintah Allah dan mencari ridhaNya.
Agama
lah yang membimbing kita kepada moral, perilaku dan cara hidup yang diridhai
Allah. Allah telah menjelaskan dalam Al-Qur’an bahwa orang yang patuh kepada
agama berada di jalan yang benar, sedangkan yang lainnya akan tersesat.
Dia
yang dadanya terbuka untuk Islam mendapat cahaya dari Tuhannya. Sungguh celaka
orang-orang yang berkeras untuk tidak mengingat Allah! Mereka dalam kesesatan
yang nyata. (Surat az-Zumar: 22)
Bagaimana
cara menjalankan agama (dien)?
Orang
yang beriman kepada Allah dan menghambakan diri kepadaNya, mengatur hidupnya
agar sesuai dengan seruan Allah dalam Al-Qur’an. Dia menjadikan agama sebagai
petunjuk hidupnya. Patuh kepada hal-hal yang baik menurut hati nuraninya, dan
meninggalkan segala yang buruk yang ditolak hati nuraninya.
Allah
menyatakan dalam Al-Qur’an bahwa Dia menciptakan manusia agar siap untuk
menghidupkan agamaNya:
Maka,
teguhkanlah pengabdianmu kepada Agama yang benar yang Allah ciptakan untuk
manusia. Tiada yang mampu merubah ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus,
tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. (Surat Ar-Rum: 30)
Dapatkah
moral tegak tanpa agama?
Pada
lingkungan masyarakat yang tak beragama, orang cenderung melakukan beragam
tindakan yang tak bermoral. Perbuatan buruk seperti penyogokkan, perjudian, iri
hati atau berbohong merupakan hal yang biasa. Hal demikian tidak terjadi pada
orang yang ta’at kepada agama. Mereka tidak akan melakukan semua perbuatan
buruk tadi karena mengetahui bahwa ia harus mempertanggungjawabkan semua
tindakannya di akhirat kelak.
Sukar
dipercaya jika ada orang mengatakan, Saya ateis namun tidak menerima sogokan”,
atau Saya ateis namun tidak berjudi. Mengapa? Karena orang yang tidak takut
kepada Allah dan tidak mempercayai adanya pertanggungjawaban di akhirat, akan
melakukan salah satu hal di atas jika situasi yang dihadapinya berubah.
Seseorang
yang mengatakan, Saya ateis namun tidak berjinah cenderung melakukannya jika
perjinahan di lingkungan tertentu dianggap normal. Atau seseorang yang menerima
sogokan bisa saja beralasan, Anak saya sakit berat dan sekarat, karenanya saya
harus menerimanya, jika ia tidak takut kepada Allah. Di negara yang tak
beragama, pada kondisi tertentu maling pun bisa dianggap sah-sah saja.
Contohnya, masyarakat tak beragama bisa beranggapan bahwa mengambil handuk atau
perhiasan dekorasi dari hotel atau pusat rekreasi bukanlah perbuatan pencurian.
Seorang
yang beragama tak akan berperilaku demikian, karena ia takut kepada Allah dan
tak akan pernah lupa bahwa Allah selalu mengetahui niat dan pikirannya. Dia
beramal setulus hati dan selalu menghindari perbuatan dosa.
Seorang
yang jauh dari bimbingan agama bisa saja berkata Saya seorang ateis namun
pemaaf. Saya tak memiliki rasa dendam ataupun rasa benci. Namun sesuatu hal
dapat terjadi padanya yang menyebabkannya tak mampu mengendalikan diri, lalu
mempertontonkan perilaku yang tak diinginkan. Dia bisa saja melakukan
pembunuhan atau mencelakai orang lain, karena moralnya berubah sesuai dengan
lingkungan dan kondisi tempat tinggalnya.
Sebaliknya,
orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak kan pernah menyimpang dari
moral yang baik, seburuk apapun kondisi lingkungannya. Moralnya tidak
berubah-ubah melainkan tetap kokoh. Orang-orang beriman memiliki moral yang
tinggi. Sifat-sifat mereka disebut Allah dalam ayatNya:
Mereka
yang teguh dengan keyakinannya kepada Allah dan tidak mengingkari janji; yang
menghubungkan apa yang diperintahkan Allah untuk menghubungkannya dan takut
kepada Tuhan mereka dan takut pada hisab yang buruk; mereka yang sabar untuk
mencari perjumpaan dengan Tuhan mereka, dan mendirikan shalat dan menafkahkan
sebagian harta yang kami berikan kepadanya secara sembunyi-sembunyi maupun
terang-terangan, menolak kejahatan dengan kebaikan. Merekalah yang mendapat
kedudukan yang tinggi. (Surat Ar-Rad: 20-22)
Apa yang
terjadi dengan sistem sosial jika tidak ada agama?
Konsep
pertama yang akan hilang pada sebuah lingkungan tak beragama adalah konsep
keluarga. Nilai-nilai yang menjaga keutuhan keluarga seperti kesetiaan,
kepatuhan, kasih-sayang dan rasa hormat akan ditinggalkan sama sekali. Harus
diingat bahwa keluarga merupakan pondasi dari sistem kemasyarakatan. Jika tata
nilai keluarga runtuh, maka masyarakat pun akan runtuh. Bahkan bangsa dan
negara pun tidak akan ada lagi, karena seluruh nilai moral yang menyokongnya
telah musnah.
Lebih
jauh lagi, tak akan ada lagi rasa hormat dan kasih-sayang terhadap orang lain.
Ini mengakibatkan anarki sosial. Yang kaya membenci yang miskin, yang miskin
membenci yang kaya. Angkara murka tumbuh pada mereka yang merasa dirintangi,
hidup susah atau miskin. Atau menimbulkan agresi terhadap bangsa lain. Karyawan
bersikap agresif kepada atasannya. Demikian pula atasan kepada bawahannya. Para
bapak berpaling dari anaknya, dan anak berpaling dari bapaknya.
Sebab
dari pertumpahanan darah yang terus-menerus dan berita-berita kriminalitas di
surat kabar adalah ketiadaan agama. Setiap hari dapat kita baca tentang
orang-orang yang saling bunuh karena alasan yang sangat sepele.
Orang
yang mengetahui bahwa ia akan diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak, tidak
akan melakukan pembunuhan. Dia tahu bahwa Allah melarang manusia melakukan
kejahatan. Ia selalu menghindari murka Allah karena rasa takutnya kepadaNya.
Janganlah
berbuat kerusakan di muka bumi, setelah (Allah) memperbaikinya. Dan berdo’alah
kepadaNya dengan rasa takut dan harapan. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat
kepada orang-orang yang berbuat baik. (Surat al-Araf: 56)
Tindakan
bunuh diri pun disebabkan oleh ketiadaan agama. Orang yang melakukan bunuh diri
sama saja dengan melakukan pembunuhan. Orang yang hendak bunuh diri karena
ditinggal pacar, misalnya, harus mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut
sebelum melakukannya: Apakah ia akan melakukan bunuh diri jika pacarnya menjadi
cacat? atau menjadi tua? atau jika wajah pacarnya terbakar? Tentunya tidak. Dia
terlalu berlebihan menilai pacarnya seolah sebanding dengan Allah. Bahkan
menganggap pacarnya lebih penting dari Allah, lebih penting dari hari akhirat
dan dari agama. Ia lebih mempertaruhkan jiwanya bagi pacarnya tersebut
dibanding bagi Allah.
Orang
yang dibimbing Al-Qur’an tidak akan melakukan hal semacam itu, bahkan tidak
akan terlintas sedikitpun dalam benaknya. Seorang yang beriman menyerahkan
hidupnya hanya untuk keridhaan Allah, dan menjalani dengan sabar segala
kesusahan dan masalah yang Allah ujikan padanya di dunia ini. Ia pun tidak lupa
bahwa kesabarannya itu akan mendapatkan balasan berlipat ganda baik di dunia
maupun di akhirat.
Pencurian
pun merupakan hal yang sangat biasa pada masyarakat yang tak beragama. Seorang
pencuri tak pernah berpikir seberapa besar kesusahan yang ditimbulkannya
terhadap orang yang dicurinya. Harta yang dikumpulkan korbannya puluhan tahun
diambilnya dalam semalam saja. Ia tak peduli seberapa besar kesusahan yang akan
diderita korbannya. Mungkin saja ia pernah sadar dan menyesali perbuatannya
yang telah menimbulkan kesusahan pada orang lain. Jika tidak, keadaannya
menjadi lebih buruk. Itu berarti bahwa hatinya telah membatu dan selalu
cenderung untuk melakukan segala tindakan yang tak bermoral.
Dalam
masyarakat yang tak beragama, nilai-nilai moral seperti keramahan, mau
berkorban untuk orang lain, solidaritas dan sikap murah hati telah lenyap sama
sekali. Orang-orangnya tidak menghargai orang lain sebagaimana layaknya
manusia. Bahkan ada yang memandang orang lain sebagai mahluk yang berevolusi
dari kera. Tak satu pun dari mereka mau menerima, melayani, menghargai atau
memberikan sesuatu yang baik kepada orang lain. Apalagi terhadap mereka yang
dianggapnya sebagai berasal dari kera.
Orang-orang
yang berpikiran seperti ini tidak menghargai orang lain. Tak satu pun
memikirkan kesehatan, kesejahteraan atau kenyamanan orang lain. Mereka tak
peduli jika orang lain terluka, atau pernah berusaha agar orang lain terhindar
dari kecelakaan semacam itu.
Di
rumah sakit, misalnya, orang yang hampir meninggal dibiarkan begitu saja
terlentang di ranjang-gotong dalam jangka waktu yang tak tentu; tak seorangpun
pun peduli kepadanya. Contoh lain misalnya, pemilik restoran yang menjalankan
restorannya tanpa peduli dengan kebersihan. Tempatnya yang kotor dan tidak
sehat tak digubrisnya, tidak peduli dengan bahaya yang mungkin ditimbulkan
terhadap kesehatan orang lain yang makan di sana. Ia hanya peduli kepada uang
yang dihasilkannya. Ini hanya sebagian kecil contoh yang kita temui sehari-hari.
Logikanya,
orang hanya baik terhadap orang lain jika bisa mendapat imbalan yang
menguntungkan. Namun bagi mereka yang menjalankan standar moral Al-Qur’an,
menghargai orang lain merupakan pengabdian kepada Allah. Mereka tak
mengharapkan imbalan apa pun. Semuanya merupakan usaha untuk mencari ridha
Allah dengan terus-menerus melakukan amal baik, dan berlomba-lomba dalam
kebaikan.
Apa
manfaat material dan spiritual bagi masyarakat jika mereka taat pada
Al-Quran?
Perlu
kami ingatkan bahwa pengertian agama di sini adalah cara hidup yang bermoral.
Cara hidup yang disukai Allah. Cara yang dipilihNya dan yang paling tepat bagi
semua jenis manusia. Cara hidup yang terbebas dari takhyul-takhyul dan
mitos-mitos, dan sepenuhnya di bawah bimbingan Al-Qur’an.
Agama
menciptakan lingkungan moral yang sangat aman dan nyaman. Sikap anarkis yang
menyebabkan kerusakan pada bangsa negara terhenti sama sekali karena rasa takut
kepada Allah. Orang tidak lagi melakukan tindakan yang merugikan ataupun
berbuat kerusuhan. Orang-orang yang memegang nilai-nilai moral siap bangkit
bagi bangsa dan negaranya serta tidak hendak berhenti untuk berkorban.
Orang-orang semacam ini selalu berusaha untuk kesejahteraan dan keamanan
negaranya.
Di
dalam masyarakat yang mengamalkan moral Al-Qur’an, orang-orangnya sangat
menghargai satu sama lain. Setiap orang selalu berusaha agar orang lain merasa
nyaman dan aman, karena menurut ajaran islam, solidaritas, persatuan dan
kerjasama merupakan hal yang sangat penting. Setiap orang merasa berkewajiban
untuk mendahulukan kenyamanan dan kepentingan orang lain. Ayat berikut
merupakan contoh moralitas dari orang-orang yang beriman:
Mereka
yang lebih dulu tinggal di Madinah, dan telah beriman sebelum mereka datang, mencintai
mereka yang datang kepada mereka untuk berhijrah, dan tak terbetik keinginan di
hati mereka akan barang-barang yang diberikan kepada mereka, melainkan
mendahulukan mereka dibanding dirinya sendiri meskipun mereka sendiri sangat
membutuhkannya. Siapa yang terpelihara dari ketamakan, mereka itulah
orang-orang yang beruntung. (Surat Al-Hashr: 9)
Dalam
lingkungan yang orang-orangnya takut kepada Allah, setiap orang berusaha untuk
kesejahteraan masyarakat. Tak seorang pun bersikap boros. Setiap orang bekerja
sama dan bersatu padu sambil memperhatikan kepentingan orang lain. Hasilnya
berupa masyarakat yang kaya dengan tingkat kesejahteraan yang tinggi.
Masyarakat
demikian kaya akan moral dan material. Kekacauan yang mengandung sikap
memberontak sama sekali sirna. Setiap orang dapat mengekang hawa nafsunya dan
setiap masalah diselesaikan dengan cara yang logis. Segala persoalan dipecahkan
dengan kepala dingin. Dan kehidupan, karenanya, selalu aman tentram.
Sumber : http://id.harunyahya.com/id/works/574/CARA_CEPAT_MERAIH_KEIMANAN
PENTINGNYA AGAMA
Tentunya berbicara manusia adalah berbicara bagaimana
manusia itu, seperti apa manusia dan apakah manusia itu,??Pendekatan pertama adalah bahwa manusia itu mahluk hidup yang unik, yang memiliki kelebihan akal, sehingga manusia itu ketika mampu mempergunakan akalnya secara maksimal dia bahkan bisa lebih baik dari malaikat
(dalam pemahaman agama malaikat adalah makhluk yang selalu taat dan patuh, tidak pernah membantah)
Namun ada satu sudut pandang lain yaitu bila manusia tidak mampu mempergunakan akalnya manusia lebih hina dari binatang.
Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus maksimal UNTUK MENGGUNAKAN AKAL DAN PIKIRAN kita yaitu mencari sebuah prinsip dasar kehidupan.
Singkat kata, satu pondasi dasar untuk memaksimalkan penggunaan akal kita (walupun banyak keterbatasan tentunya (karena satu sisi manusia mahluk lemah yang suka berkeluh kesah, mudah putus asa dll),
Manusia dianjurkan untuk berpikir tentang penciptaan Alam semesta, pergantian siang dan malam, knapa dan mengapa manusia itu diciptakan?, apakah ada manusia yang tidak akan meninggal dan manusia akan kekal hidup abadi, apakah ada hari pembalasan itu?, apakah ada kehidupan setelah mati?, dan tentunya masih banyak sekali pertanyaan-pertanyaan lain yang menantang manusia untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu.
Dari rentetan pertanyaan itu, sulit kiranya kalo kita menjawabnya hanya berdasarkan akal saja. Knapa? Karena kita PASTI GA BAKALAN MAMPU bro, kita butuh panduan (sumber informasi yang membimbing kita untuk bisa menjawab pertanyaan2 diatas, so pasti kita butuh panduan dari Tuhan karena kita diciptakan oleh-Nya).
Lihat kasus di jepang, statistik orang bunuh diri berdasarkan salah satu lembaga riset disana sangat tinggi, tentunya ini sangat memprihatinkan, mereka tidak memahami arti dan fungsi hidup secara benar. Oleh karena itu perlunya pengetahuan dan secara benar untuk memahami arti hidup ini, jangan kita hidup tapi ibarat sampah dilautan (kita dengan mudah terombang ambing tanpa ada kejelasan, sehingga mau tidak mau sangat patut kiranya dalam hidup ini kita membuhkan kompas (dalam hal ini kembali lagi adalah panduan Tuhan)
Oleh sebab itu bro, peranan agama sangat penting untuk membina karakter dan mental manusia dalam menjalani proses kehidupan ini, knapa??? karena didalam agama lah terdapat aturan-aturan dan panduan supaya kita manusia bisa dan mampu melakukan segala aktivitas dan perilaku supaya manusia kembali menghadap tuhan dengan keadaan yang baik pula. So, supaya KARAKTER DAN MENTAL MANUSIA itu baik pahamilah agama secara baik. AGAMA ADALAH PILIHAN HIDUP, AGAMA ADALAH PRINSIP, AGAMA ADALAH KEYAKINAN MENDASAR MANUSIA SELAMA HIDUP DI DUNIA. Sehingga secara ideal (karena setiap manusia itu dilahirkan adalah fitrah/suci), kewajiban untuk memahami, mengamalkan agama secara benar adalah tuntutan pada setiap manusia.
Khususnya Islam, islam menganjurkan manusia yang memeluk agama Islam itu secara menyeluruh (kaffah) tidak setengah-setengah, sehingga dengan kondisi seperti itulah rasa keyakinan kita terhadap agama yang kita anut itu perlu dimaksimalkan dengan mencari tau secara sungguh2, artinya dalam islam ada pondasi yang sangat mendasar yakni pemahaman tauhid, yaitu pemahaman dan keyakinan bahwa Allah adalah tuhan yang Esa(Tuhan yang satu) tidak beranak dan tidak di per-anakkan. Sehingga umat islam dituntut untuk menyembah dan beribadah hanya untuk Allah semata (tidak ada sekutu bagi-Nya), dan bahwa nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah yang membawa ajaran-ajaran perintah agar manusia kembali kepada Fitrah, mempunyai perilaku(Akhlaqul Karimah).
Pemahaman ini tidak bisa ditawar-tawar karena ini merupakan pilar utama yang harus dipahami betul oleh umat Islam. Sejarah mencatat, bahwa nabi muhammad selalu mengajarkan kesopanan, kesantunan, kejujuran tidak hanya kepada umat seagama, bahkan orang di luar islam pun sangat beliau hormati. Selain itu dari kecil sebelum jadi Nabi, Beliau sudah terkenal dengan kejujurannya, sehingga beliau dikenal dan diberi gelar (al-amin/orang yang dapat dipercaya).
Coba liat buku 100 Tokoh terkenal dunia (The 100: A Ranking Of The Most Influential Persons In History-Michael H. Hart – http://id.wikipedia.org/wiki/The_100), menurut penulis buku tersebut yang notabene dia bukan orang islam memposisikan beliau (nabi Muhammad, SAW ) sebagai seorang/manusia terbaik yang mempunyai dedikasi, pengaruh terbesar sepanjang abad.
Pemahaman yang mungkin bisa di eksplorasi dari ajaran islam adalah sebagai berikut:
†Tidak ada paksaan dalam beragama; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesatâ€.
Potongan makna dari ayat alquran (al-baqarah:256) diatas pernah disampain oleh beliaun yang intinya adalah bahwa umat islam dilarang menggangu Kafir Zinmi, yakni orang2 selain agama islam yang ingin hidup rukun dan berdampingan, sehingga bilamana orang islam itu mengganggu mereka (Kafir Zinmi) artinya mereka menggangu dan memusuhi nabi Muhammad SAW yang notabene adalah Pemimpin Islam yang telah memberikan pemahaman dan panduan (Agama) dalam kehidupan.
Oleh karena itu tentunya kita sebagai pribadi-pribadi Muslim tentunya harus bangga dengan agama kita, bangga ISLAM sebagai agama kita, Kita Harus yakin sekali agama islam sesuai dengan Fitrah Manusia, Alquran sebagai panduan hidup yang isinya (ayat-ayatnya) relevan dengan perkembangan zaman, yang kiranya ayat-ayat didalam Alquran tidaklah mungkin di buat oleh manusia. Sehingga dengan segala keterbatasan kita, Kita harus senantiasa selalu belajar dan belajar (ISLAM SANGAT MENGANJURKAN UMATNYA UNTUK MENUNTUT ILMU, yang dianjurkan dari buaian lahir sampai akhir hayat (Meninggal dunia) dan sangat tinggi sekali derajat orang-orang yang berilmu.
Btw, sedikit kesimpulan mungkin bisa merujuk kepada tulisan2 yang bercetak tebal atau BERHURUF BESAR, yang intinya ISLAM sangat menganjurkan sikap toleransi, ramah, santun bahkan Nabi Muhammad di utus ke dunia sebagai orang yang menyempurnakan Ahlaq Manusia yang mana ketika itu memang beliau ada pada masa zahilliyah, yakni masa dimana manusia sudah melewati batas kemanusiaan, (Mereka sangat keji seperti binatang, perilaku2 kasar dimana2, pembunuhan, perampokan, pelecehan kepada wanita, bahkan anak baru lahir dibunuh dan kekejian2 lain yang sangat nista pada waktu itu).
Oleh karena itu akhir dari Posting ini, kita sebagai pribadi muslim marilah memaksimalkan potensi keilmuan untuk lebih memahami, mendalami Islam secara kaffah, karena dalam islam, manusia yang terbaik adalah manusia yang paling bertakwa (Takwa yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya; dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja).
“Manusia yang terbaik adalah manusia yang bermanfaat buat orang lain”
alhadits.
Sehingga untuk memahami arti takwa sendiri Alquran sebagai panduan umat islam menerangkan indikator manusia bertakwa antara lain, manusia itu harus:
[1] Iman ialah kepercayaan yang teguh yang disertai dengan ketundukan dan penyerahan jiwa. Tanda-tanda adanya iman ialah mengerjakan apa yang dikehendaki oleh iman itu.
[2]. ghaib ialah yang tak dapat ditangkap oleh pancaindera. Percaya kepada yang ghjaib yaitu, mengi’tikadkan adanya sesuatu yang maujud yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera, karena ada dalil yang menunjukkan kepada adanya, seperti: adanya Allah, Malaikat-Malaikat, Hari akhirat dan sebagainya.
[3]. Shalat menurut bahasa ‘Arab: doa. Menurut istilah syara’ ialah ibadat yang sudah dikenal, yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan salam, yang dikerjakan untuk membuktikan pengabdian dan kerendahan diri kepada Allah. Mendirikan shalat ialah menunaikannya dengan teratur, dengan melangkapi syarat-syarat, rukun-rukun dan adab-adabnya, baik yang lahir ataupun yang batin, seperti khusu’, memperhatikan apa yang dibaca dan sebagainya.
[4]. Rezki: segala yang dapat diambil manfaatnya. Menafkahkan sebagian rezki, ialah memberikan sebagian dari harta yang telah direzkikan oleh Tuhan kepada orang-orang yang disyari’atkan oleh agama memberinya, seperti orang-orang fakir, orang-orang miskin, kaum kerabat, anak-anak yatim dan lain-lain.
[5]. Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum Muhammad s.a.w. ialah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al Quran seperti: Taurat, Zabur, Injil dan Shuhuf-Shuhuf yang tersebut dalam Al Quran yang diturunkan kepada para Rasul. Allah menurunkan Kitab kepada Rasul ialah dengan memberikan wahyu kepada Jibril a.s., lalu Jibril menyampaikannya kepada Rasul.
[6]. Yakin ialah kepercayaan yang kuat dengan tidak dicampuri keraguan sedikitpun. Akhirat lawan dunia. Kehidupan akhirat ialah kehidupan sesudah dunia berakhir. Yakin akan adanya kehidupan akhirat ialah benar-benar percaya akan adanya kehidupan sesudah dunia berakhir.
http://fernandositindaon.info/uncategorized/pentingnya-agama-buat-manusia
http://makalah73.blogspot.co.id/2012/12/pentingnya-agama-bagi-kehidupan.html
http://makalah73.blogspot.co.id/2012/12/pentingnya-agama-bagi-kehidupan.html
Lirik Lagu Basket Case - Green Day
Lirik Lagu Basket Case - Green Day
Do you have the time
to listen to me whine
About nothing and everything
all at once
I am one of those
Melodramatic fools
Neurotic to the bone
No doubt about it
Sometimes I give myself the creeps
Sometimes my mind plays tricks on me
It all keeps adding up
I think I'm cracking up
Am I just paranoid?
Or am I just stoned
I went to a shrink
To analyze my dreams
She says it's lack of sex
that's bringing me down
I went to a whore
He said my life's a bore
So quit my whining cause
it's bringing her down
Sometimes I give myself the creeps
Sometimes my mind plays tricks on me
It all keeps adding up
I think I'm cracking up
Am I just paranoid?
Uh,yuh,yuh,ya
Grasping to control
So I better hold on
Sometimes I give myself the creeps
Sometimes my mind plays tricks on me
It all keeps adding up
I think I'm cracking up
Am I just paranoid?
Or am I just stoned
Lirik lagu Sheila On 7
Lirik Lagu Seberapa Pantas - Sheila On 7
Seberapa pantaskah kau untuk ku tunggu
Cukup indahkah dirimu untuk s'lalu kunantikan
Mampukah kau hadir dalam setiap mimpi burukku
Mampukah kita bertahan disaat kita jauh
*Seberapa hebatkah kau untuk kubanggakan
Cukup tangguhkah dirimu untuk s'lalu kuandalkan
Mampukah kau bertahan dengan hidupku yang malang
Sanggupkah kau meyakinkan disaat aku bimbang
Reff : Celakanya hanya kaulah yang benar benar aku tunggu
Hanya kaulah yang benar benar memahamiku
Kau pergi dan hilang ke mana pun kau suka
Celakanya hanya kaulah yang pantas untuk kubanggakan
Hanya kaulah yang sanggup untuk aku andalkan
Diantara peri aku s'lalu menantimu
*Seberapa hebatkah kau untuk kubanggakan
Cukup tangguhkah dirimu untuk s'lalu kuandalkan
Mampukah kau bertahan dengan hidupku yang malang
Sanggupkah kau meyakinkan disaat aku bimbang
Coda : Mungkin kini kau t'lah menghilang tanpa jejak
Mengubur semua indah kenangan
Tapi aku s'lalu menunggumu disini
Bila saja kau berubah pikiran
Reff : Celakanya hanya kaulah yang benar benar aku tunggu
Hanya kaulah yang benar benar memahamiku
Kau pergi dan hilang ke mana pun kau suka
Celakanya hanya kaulah yang pantas untuk kubanggakan
Hanya kaulah yang sanggup untuk aku andalkan
Diantara peri aku s'lalu menantimu
SEPAK BOLA
Sepak bola adalah cabang olahraga yang menggunakan bola yang umumnya terbuat dari bahan kulit dan dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 11 (sebelas) orang pemain inti dan beberapa pemain cadangan. Memasuki abad ke-21, olahraga ini telah dimainkan oleh lebih dari 250 juta orang di 200 negara, yang menjadikannya olahraga paling populer di dunia.[1][2][3][4] Sepak bola bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan menggunakan bola ke gawang lawan. Sepak bola dimainkan dalam lapangan terbuka yang berbentuk persegi panjang, di atas rumputatau rumput sintetis.
Secara umum, hanya penjaga gawang saja yang berhak menyentuh bola dengan tanganatau lengan di dalam daerah gawangnya, sedangkan 10 (sepuluh) pemain lainnya diizinkan menggunakan seluruh tubuhnya selain tangan, biasanya dengan kaki untuk menendang, dada untuk mengontrol, dankepala untuk menyundul bola. Tim yang mencetak gol paling banyak pada akhir pertandingan adalah pemenangnya. Jika hingga waktu berakhir masih berakhir imbang, maka dapat dilakukan undian, perpanjangan waktu maupun adu penalti, bergantung pada format penyelenggaraan kejuaraan. Dari sebuah pertandingan resmi, 3 poin diberikan kepada tim pemenang, 0 poin untuk tim yang kalah dan masing-masing 1 poin untuk dua tim yang bermain imbang.[5] Meskipun demikian, pemenang sebuah pertandingan sepak bola dapat dibatalkan sewaktu-waktu atas skandal dan tindakan kriminal yang terbukti di kemudian hari. Sebuah laga sepak bola dapat dimenangkan secara otomatis oleh sebuah tim dengan 3-0 apabila tim lawan sengaja mengundurkan diri dari pertandingan (Walk Out).
Peraturan pertandingan secara umum diperbarui setiap tahunnya oleh induk organisasi sepak bola internasional (FIFA), yang juga menyelenggarakan Piala Duniasetiap empat tahun sekali.[6]
Lapangan permainan
Untuk pertandingan internasional dewasa, lapangan sepak bola internasional yang digunakan memiliki panjang yang berkisar antara 100-120 meter dan lebar 65-75 meter.[11] Di bagian tengah kedua ujung lapangan, terdapat area gawang yang berupa persegi empat berukuran dengan lebar 7.32 meter dan tinggi 2.44 meter.[11] Di bagian depan dari gawang terdapat area penalti yang berjarak 16.5 meter dari gawang.[11] Area ini merupakan batas kiper boleh menangkap bola dengan tangan dan menentukan kapan sebuah pelanggaran mendapatkan hadiahtendangan penalti atau tidak.[11]
Lama permainan
Lama permainan sepak bola normal adalah 2 × 45 menit, ditambah istirahat selama 15 menit di antara kedua babak.[11] Jika kedudukan sama imbang, maka diadakan perpanjangan waktu selama 2×15 menit, hingga didapat pemenang, namun jika sama kuat maka diadakan adu penalti.[11] Wasit dapat menentukan berapa waktu tambahan di setiap akhir babak sebagai pengganti dari waktu yang hilang akibat pergantian pemain,cedera yang membutuhkan pertolongan, ataupun penghentian lainnya. Waktu tambahan ini disebut sebagai injury time ataustoppage time.[11]
Gol yang dicetak dalam perpanjangan waktu akan dihitung menjadi skor akhir pertandingan, sedangkan gol dari adu penalti hanya menentukan apabila suatu tim dapat melaju ke pertandingan selanjutnya ataupun tidak (tidak mempengaruhi skor akhir).[11]Pada akhir tahun 1990-an, International Football Association Board (IFAB) memberlakukan sistem gol emas (golden gol) atau gol perak (silver gol) untuk menyelesaikan pertandingan.[11] Dalam sistem gol emas, tim yang pertama kali mencetak gol saat perpanjangan waktu berlangsung akan menjadi pemenang, sedangkan dalam gol perak, tim yang memimpin pada akhir babak perpanjangan waktu pertama akan keluar sebagai pemenang.[11] Kedua sistem tersebut tidak lagi digunakan oleh IFAB.[11]
Pelanggaran
Apabila pemain melakukan pelanggaran yang cukup keras maka wasit dapat memberikan peringatan dengan kartu kuning atau kartu merah.[12] Pertandingan akan dihentikan sesaat dan wasit menunjukkan kartu ke depan pemain yang melanggar kemudian mencatat namanya di dalam buku.[12] Kartu kuning merupakan peringatan atas pelanggaran seperti bersikap tidak sportif, secara terus-menerus melanggar peraturan, berselisih kata-kata atau tindakan, menunda memulai kembali pertandingan, keluar-masuk pertandingan tanpa persetujuan wasit, ataupun tidak menjaga jarak dari pemain lawan yang sedang melakukan tendangan bebas atau lemparan ke dalam.[12] Pemain yang menerima dua kartu kuning akan mendapatkan kartu merah dan keluar dari pertandingan.[12]
Pemain yang mendapatkan kartu merah harus keluar dari pertandingan tanpa bisa digantikan dengan pemain lainnya.[12]Beberapa contoh tindakan yang dapat diganjar kartu merah adalah pelanggaran berat yang membahayakan atau menyebabkan cedera parah pada lawan, meludah, melakukan kekerasan, melanggar lawan yang sedang berusaha mencetak gol, menyentuh bola dengan tangan untuk mencegah gol bagi semua pemain kecuali penjaga gawang , dan menggunakan bahasa atau gerak tubuh yang cenderung menantang, pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang melakukan hands ball di luar kotak penalti .[12]
Wasit dan petugas pertandingan
Dalam pertandingan profesional, terdapat 3 petugas yang memimpin jalannya pertandingan, yaitu wasit, 2 hakim garis, dan seorang petugas di pinggir tengah lapangan.[13] Wasit memiliki peluit yang menandakan apakah saat berhenti atau memulai memainkan bola.[13] Dia juga bertugas memberikan hukuman dan peringatan atas pelanggaran yang terjadi di lapangan.[13]Masing-masing penjaga garis bertanggung jawab mengawasi setengah bagian dari lapangan.[13] Mereka membawa bendera dengan warna terang untuk menandakan adanya pelanggaran, bola keluar, ataupunoffside.[13] Biasanya mereka akan bergerak mengikuti posisi pemain belakang terakhir.[13]
Petugas terakhir memiliki tugas untuk mencatat semua waktu yang sempat terhenti selama pertandingan berlangsung dan memberikan info mengenai tambahan waktu di akhir setiap babak.[13] Petugas ini juga bertugas memeriksa pergantian pemain dan menjadi penghubung antara manajer tim dengan wasit.[13] Dalam beberapa pertandingan, teknologi penggunaan videoatau penggunaan orang kelima untuk menentukan ketepatan keputusan wasit mulai digunakan.[13] Misalnya yang menentukan apakah suatu bola telah melewati garis atau apakah seorang pemain berada dalam keadaan offside ketika mencetak gol.[13]
Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sepak_bola
Langganan:
Postingan
(
Atom
)